Guru MTs Negeri 2 Rembang Tulis Buku Sejarah Lasem

Kreativitas dan karya semestinya tak terbatas pada ruang dan waktu. Hal ini yang diyakini Slamet Winarto, salah seorang guru pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 2 Rembang, Jawa Tengah.

Pandemi covid-19 yang melanda dunia bahkan Indonesia setahun belakangan tidak menyurutkan semangat Winarto, begitu ia biasa disapa, untuk berkarya di bidang literasi. Aktivitas ini dilakukannya di sela kesibukannya menjadi admin pembelajaran bagi siswa dan guru di MTs N 2 Rembang.

Bersama beberapa rekan, guru pengampu bidang TIK ini menulis buku yang mengangkat sejarah Lasem, Jawa Tengah. Buku berjudul “Lasem dalam Sejarah Perkembangan Kerajaan-Kerajaan di Jawa” itu pun telah ber-ISBN sejak akhir tahun 2020.

Winarto juga menjadi salah satu kandidat peserta Adi Acarya Award. Ia pun berartisipasi dalam pengadaan buku  melalui Gerakan Menulis Buku Melalui Program Semangat Sejuta Buku untuk Indonesiaku. Hasil penjualan buku didonasikan untuk mengembangkan budaya literasi.

Sebelumnya, bersama sastrawan Indonesia dari berbagai kalangan baik dari unsur guru, siswa, mahasiswa dan unsur seniman serta penulis lainnya, Winarto telah menghasilkan buku Antologi Puisi “Merayakan Pagebluk”. Seluruh hasil penjualan dari buku kumpulan puisi dari 150 penulis di Indonesia ini kemudian didonasikan sepenuhnya untuk korban Covid-19.

Kepala MTsN 2 Rembang, M. Yunus Anis mengapresiasi aktivitas Winarto ini. Menurutnya, budaya literasi perlu untuk kita terapkan  sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis.

“Kami berharap budaya literasi benar-benar dapat untuk lebih dikembangkan di MTs Negeri 2 Rembang,” ungkap M. Yunus Anis saat ditemui  di ruang kerjanya Sabtu pekan lalu.

Yunus Anis menyampaikan kekhawatirannya di kalangan masyarakat, khususnya siswa dan guru yang lebih asyik dengan literasi digital. Apalagi media sosial yang sering dipenuhi berita bohong (hoax).

“Kalau tidak pandai memilih,  memilah dan mencermati kita khawatir mereka justru mendapat informasi yang keliru,” ungkapnya.

Secara simbolis, buku “Lasem Dalam Sejarah Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Di Jawa” dipersembahkan pada Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, H. Sahuri dan Bidang Sarpras, H. Mudjahidin untuk perpustakaan MTs Negeri 2 Rembang.

“Semoga ini bisa sebagai pemicu untuk  bersama-sama mengembangkan Literasi  Madrasah, dan kita semua mendoakan semoga bisa lolos masuk dalam ajang grand final Adi Acarya Award,” harap Sahuri. (*/sumber: kemenag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *